Inilah Fakta Dibalik Pernyataan Berenang Bisa Menyebabkan Kehamilan


Baru-baru ini mungkin kita dihebohkan dengan sebuah pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh komisioner KPAI Sitti Hikmawatty. Dimana dalam sebuah video beliau mengingatkan dan mengimbau para wanita untuk mengetahui bahayanya berenang dikolam renang bersama lawan jenis. Dimana dalam video tersebut ibu Sitti menyatakan ada sejenis sperma yang “kuat” yang mungkin saja akan menyebabkan kehamilan bagi wanita. Untuk itu beliau mengimbau agar para wanita tidak berenang dikolam yang sama dengan para pria.

Nah, berkat pernyataan didalam video tersebut, nama ibu Sitti menjadi semakin terkenal dan viral. Bagaimana tidak, banyak yang syok dan bahkan meragukan pernyataan tersebut. Tidak sedikit juga yang mempertanyakan darimana beliau bisa mendapatkan kesimpulan seperti itu? Apakah memang benar adanya berenang dikolam yang sama dengan lawan jenis bisa menyebabkan kehamilan? Ataukah pernyataan viral oleh sang komisioner KPAI ini hanyalah hoax belaka? Mari kita kupas fakta-fakta dibalik pernyataan berenang bisa menyebabkan kehamilan berikut!

Latar Belakang Pernyataan Kontroversial
Pernyataan ini memang didapatkan dari sebuah video yang didalamnya menampilkan ibu Sitti Himawatty yang sedang memberikan sebuah penjelasan. Namun, belum diketahui darimana dan apa sumber yang beliau ambil dari pernyataan yang sekarang menjadi viral tersebut. Beliau hanya menyatakan bahwasanya ada sejenis sperma laki-laki yang mungkin lepas dikolam renang dan bisa menyebabkan wanita hamil. Walaupun tidak terjadi penetrasi atau hubungan seksual di dalam kolam renang tersebut sebelumnya.

Pernyataan Para Dokter Ahli
Ada banyak dokter-dokter yang kemudian memberikan komentar atas respon viralnya pernyataan dari komisioner KPAI tersebut. Salah satunya adalah Dr. Boyke. Beliau menyatakan tidak ada jenis sperma yang “kuat” yang bisa bertahan di dalam kolam renang dan bisa membuat wanita menjadi hamil. Beliau juga menyatakan semua jenis sperma sama saja, akan segera mati jika tidak berada di dalam tempat yang semestinya. Berikut, beberapa fakta mengenai sperma, yakni:

  • Tidak bisa bertahan hidup diluar tempat yang diperuntukkan untuk mereka. Seperti di dalam saluran vagina dan rahim wanita. Dimana mereka bisa mendapatkan asupan makanan dan akan tetap hidup untuk membuahi sel telur. Jika tidak, maka sel sperma akan segera mati dalam hirungan detik saja.
  • Fakta kedua adalah tentang adanya penggunaan kaporit di kebanyakan air dikolam renang akan membunuh sperma. Baik yang sengaja dikeluarkan atau tidak sengaja dikeluarkan saat berenang. Sehingga, tidak mungkin terjadi proses pembuahan yang menghasilkan kehamilan tersebut.
  • Fakta ketiga adalah fakta sperma yang sebenarnya “buta” alias tidak memiliki mata untuk melihat mana jalan masuk untuk menemui sel telur di rahim dan mana yang tidak. Karena, sejatinya sel sperma yang telah dilepaskan hanya akan berjalan lurus dan berusaha menemukan serta memecah dinding sel telur. Jadi, kemungkinan untuk terjadinya kehamilan sangat sedikit persentasenya.

Walaupun mungkin ada laki-laki dan wanita yang saling berdekatan dan tanpa sengaja sel sperma terlepas keluar, belum tentu akan terjadi kehamilan. Hal inilah yang menjadi kesimpulan utama dari beberapa fakta yang dibeberkan oleh para ahli kesehatan diatas. Yang jelas, ibu Sitti selaku komisioner KPAI ternyata telah menarik kembali pernyataanya tersebut.

Pihak KPAI juga telah menyatakan pernyataan tersebut bersifat personal dan bukan berupa pernyataan resmi dari mereka. Dan dengan ini, tentunya semua pertanyaan dan rasa penasaran kita tentang pernyataan ini terjawab sudah. Karena da beberapa fakta dibalik pernyataan berenang menyebabkan kehamilan yang memang memiliki bukti-bukti ilmiah.

LihatTutupKomentar