Deretan Mitos Kesehatan Tentang masa Kehamilan Yang Wajib Diketahui


Kehamilan adalah masa-masa yang indah dan banyak ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri. Namun, terkadang momen bahagian ini harus tercoreng akibat banyaknya larangan yang terkadang tidak benar alias mitos terkait kehamilan. Mirisnya lagi, tidak sedikit mitos kesehatan tentang masa kehamilan ini yang dipercayai oleh orang tua dan tentunya disampaikan kepada ibu-ibu hamil. Agar kita bisa menikmati masa-masa kehamilan yang sehat, ada baiknya mengetahui sederetan mitos kesehatan tentang masa kehamilan yang populer dibawah ini:

1. Harus Makan Dengan Porsi Lebih Banyak
Diyakini selama hamil, ibu tersebut harus menambah porsi makannya. Karena, ibu yang sedang mengandung harus memberi makan dirinya dan janin sekaligus. Jadi, sangat dilarang untuk makan dalam porsi normal atau porsi kecil. Memang janin yang sedang dikandung membutuhkan asupan nutrisi agar bisa tumbuh dan berkembang. 

Tapi, tidak untuk porsi yang berlebihan. Jika ibu yang sedang hamil memiliki berat badan yang normal maka tambahan ekstra kalori harian yang dibutuhkan hanya sekitar 300 kalori saja. 

2. Dilarang Berhubungan Badan
Larangan ini muncul diakibatkan anggapan dimana pasutri yang melakukan hubungan badan dimasa kehamilan akan membuat janin menjadi sakit dan menyebabkan keguguran. Faktanya janin yang ada di dalam rahim memiliki lapisan pelindung yang kuat dan tidak akan bermasalah hanya karena hubungan intim oleh orang tuanya. 

Keguguran sendiri malah lebih sering terjadi akibat janin yang tidak berkembang dengan baik maupun infeksi. Jadi, aman-aman saja berhubungan badan selama kehamilan jika tidak ada indikasi bahaya dari hasil pemeriksaan dokter.

3. Tidak Boleh Meminum Kopi
Alasan kuat dimana larangan meminum kopi ini adalah kandungan kafein yang diteliti tidak baik untuk perkembangan janin. Tapi, bukan berarti selama masa kehamilan sang ibu sama sekali tidak boleh meminum kopi. 

Ibu hamil masih bisa mengkonsusi minuman maupun makanan yang mengandung kafein seperti kopi. Hanya saja, perlu dibatasi sebanyak 200 mg per harinya. Jadi, jika diibaratkan konsumsi kopi instan, ini setara dengan segelas kopi instan setiap harinya.

4. Nenas Bisa Menyebabkan Keguguran
Pasti ini bukan hal yang aneh lagi, bukan? Dimana ibu-ibu hamil sangat dilarang memakan nenas selama masa kehamilan mereka. Padahal, ini bukanlah sebuah fakta kesehatan yang benar untuk masa kehamilan. 

Enzim bromelain yang ada dalam buah nenas ini bisa menyebabkan masalah kontraksi uterus. Hanya saja jika dimakan dalam porsi yang sangat banyak. Jadi, jika tidak berlebihan, maka memakan nenas selama masa kehamilan tidak berbahaya.

5. Dilarang Berolahraga 
Ada lagi mitos penting terkait kesehatan selama masa kehamilan yakni larangan untuk berolahraga. Padahal, ibu yang sedang mengandung, apalagi kandungannya sudah beranjak besar dari trimester ke dua hingga ketiga, sangat dianjurkan berolahraga ringan. 

Hal ini dilakukan agar tidak terlalu merasakan nyeri ditubuh akibat pembesaran rahim yang berpengaruh terhadap pinggul, perut, pinggang dan punggung. Dan juga, olahraga yang dianjurkan selama masa kehamilan akan membuat ibu lebih siap melakukan persalinanya kelak.

6. Dilarang Menyentuh Kucing
Memang benar adanya kotoran kucing mengandung virus yang bisa memicu masalah toksoplasmosis dan berbahaya bagi kandungan. Namun, selama kita menjaga kebersihan dan tidak membersihkan kotorannya secara langsung maka tidak ada salahnya menyentuh hewan ini.

7. Jangan Memakan Makanan Pedas
Mitos yang beredar adalah makanan pedas bisa menginduksi persalinan dan menyebabkan keguguran. Padahal belum ada bukti ilmiah yang membenarkan pernyataan ini. Hanya saja kita harus berhati-hati terhadap efek gas diperut dan kambuhnya maag jika memakan makanan yang terlalu pedas tersebut.

Sederetan mitos kesehatan tentang masa kehamilan diatas adalah bagian kecil mitos yang populer dan masih dipercayai. Intinya, ibu hamil bukanlah ibu yang sedang sakit. Semua bisa dilakukan dalam batasan sewajarnya, dan jika ragu maka disarankan berkonsultasi kepada ahli kandungan.
LihatTutupKomentar